Rumahku Istanaku

Rumahku Istanaku, dah lebih setahun rumahkuyangakubelilewatkprbtndenganuangadsensedanpesangon direalisasikan. Tapi sampai saat ini belum juga di tempati karena masih belum selesai beres beres. Wong Pagar ajah baru separuh jadi, belum ada teralis dan tandon atas. Secara kasat mata memang sudah bisa di tempati, tapi berhubung Nyonya Hari Hari P masih belum sreg ma nih rumah yah terpaksa masih tinggal bareng bapak ibuk mertoea.
rumahkuyangakubelilewatkprbtndenganuangadsensedanpesangon ini rencananya di tempati akhir tahun ini, jadi mohon doa restunya yah. Karena rumahkuyangakubelilewatkprbtndenganuangadsensedanpesangon yang di rehap dengan uang tabungan dan kebijakan uang ketat kamik berdua juga belum selesai finishing. Rencannya di tinggali sebagai rumah singgah rumahkuyangakubelilewatkprbtndenganuangadsensedanpesangon ini akan di gunakan sebagai transit sebelum mengajar di Unisla.
Jadi kalau kalian ada ide atau apapun yang mau di sumbangkan, kami sangat berterima kasih, karena rumahkuyangakubelilewatkprbtndenganuangadsensedanpesangon membutuhkan, koelkas, TV LCD 32″,AC, VAIO, Modem ADSL, TV Berlangganan, Sofa L dan tak kalah penting mesin cuci dan kitchen set. (waduh kok masih banyak yah wish listnya) masih butuh setahun dua tahun untuk memenuhi rumah ini. Doa kan yah, agar bisa terwujud.
Tags: perabot, Pribadi, rumah
Pemalas yang suka bermimpi menjelajahi bumi ini. Dari Nusantara sampai kedalaman Eropa. Dari Afrika sampai eksotisme Amazon. Mulai keramahan Asia sampai kebengisan jalanan downtown New York.







